Wednesday, 18 November 2015

GUNUNG PRAU, TELAGA WARNA DAN SIKUNIR

Hari kedua.......,

GUNUNG PRAU

Hoahem........, rasa-rasanya baru sebentar tidur tapi kok sudah jam 02.30WIB ya, saatnya siap-siap buat ke Gunung Prau. Setelah semuanya siap saatnya berangkat tapi sebelum itu kita mau cari minum buat bekal di perjalanan nanti. Alhamdulilah masih ada toko yang buka padahal udah jam 3 pagi tapi masih ada toko yang buka.
Minum udah dapat saatnya berangkat menuju pos untuk daftar. Saat sampai di pos ternyata di sana banyak pendaki yang istirahat, untuk sekali naik di pungut biaya Rp.10.000,00 per orang, urusan daftar mendaftar sudah selesai saatnya capcus go to Prau.

Tiket Masuk Gunung Prau


TIket Masuk Gunung Prau
Ber........., dingin, akhirnya setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan sampai juga di atas, ya walaupun masih gelap tapi tak apa lah.Tapi rasa lelah itu terbayar dangan pemandangan yang sangat hm......., sangat sekali indah.


Setelah puas foto-foto dan menikmati pemandangan yang tiada duanya dant tiba saatnya kami untuk turun, sambil menikmati pemandangan tentunya dan tidak lupa juga sambil berfoto-foto ria tentunya.

Hasil ceprat cepret waktu pulang








Di jalan depan rumah banyak warga penduduk sekitar yang sedang pada ngobrol sambil menghangatkan tubuh,dan kami di sambut hangat oleh warga sekitar. Penduduk di dieng ternyata sangat ramah dan baik, akhirnya kami bergabung untuk ngobrol dangan warga sekitar dan kebetulan yang punya rumah sedang panen buah carica. Buah ini hanya bisa tumbuh di Dieang dan tidak di tempat lain, buah ini kayak buah pepaya tapi bukan.
Setelah sarapan rencana kami mau ke Telaga Warna tapi nengok temen yang kembali tertidur dan mau bangunin gak tega karna akunya juga masih ngantuk dan hawa di sana memang enak banget buat bobo lagi alhasil jadi ikutan bobo dah,hehehehe.....,padahal modus aja.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 1, ha...., sambil mata melotot mau keluar jam 1 jadi kapan nich mau ke Telaga Warnanya???!!! Atas saran mbak Aisyah yang punya rumah kami di sarankan untuk meminjam motor dan bermalam lagi disana dalam hati alhamdulilah banget di suruh nginep lagi akhirnya kami sewa motor 100ribu untuk 24jam.
  

Telaga Warna


Ye......., ahkirnya sampai juga ke telaga warna. Menurut mitos yang berkembang dalam masyarakat Dieng. bergam warna yang muncul dalam permukaan Telaga warna, konon diakibatkan pada jaman dulu ada cicin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian ilmiah warna yang dihasilkan di permukaan adalah akibat pembiasan cahaya pada endapan berelang/sulfur di dasar telaga. Warna yang dominan muncul adalah warna hijau, putih kekuningan, serta warna biru laut.

Di dalam kawasan wisata telaga warna juga tedapat Persangrahan Bumi Pertolo, Telaga Pengilon, Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Goa Pengantin. Jadi hanya perlu membeli 1 tiket saja sudah bisa masuk semua tempat wisata tersebut.


Tiket Masuk Kawasan Telaga Warna
Telaga Warna
 

Telaga Pengilon
Tempat Persangrahan Bumi Pertolo
Jalan Menuju Persangrahan Bumi Pertolo 

Goa Semar
Patung di Goa Semar


Goa Sumur

Patung Di Goa Sumur

Goa Pengantin

Sikunir Dieng

Sukunir adalah bukit kecil yang tak pernah lepas sepi dari pengunjung, karena di bukit ini bisa menikmati sunrise yang sangat cantik, ada yang bilang juga dai sini bisa lihat delapan gunung. Bukit Sikunir terltak di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Dieng Wonosobo.

Sunrise di Bukit Sukunir









Akhirnya selesai juga tulisan ini, semoga bisa mambantu bagi teman-teman semua. maaf jika masih banyak kekurangan dalam tulisan ini maklum masih dalam tahap belajar.


Tuesday, 17 November 2015



"DIENG PATELU ( NEGERI DI ATAS AWAN )"



Hari Pertama......,

Yeyeye......., asik......, akirnya hari yang di tunggu" datang juga i'am coming Dieng...., ya walaupun sempat galau karna berangkatnya di undur 1hari karna waktu plang ke djogja bagasi ke tuker, hikz....,edisi curhat.

Sekitar jam  8 berangkat dari rumah diantar sama adek menuju terminal Giwangan Yogyakarta, trus nyari bus yang jurusan Semarang dan turun di terminal Magelang, sampai terminal Magelang hampir jamg 12.00WIB maklum masih suasana lebaran jadi masih macet biasa Djogja Magelang bisa ditempuh dalam 2 jam jadinya molor sampai 2jam lebih . Di terminal Magelang saya janjian sama temen, tak berapa lama setelah temen datang langsung capcus cari bus jurusan Wonosobo. Sampai terminal Wonosobo jam 2an. Sampai terminal wonosobo langsung nyari mushola, sholat udah rahat bentar trus langsung lanjut cari bus buat ke Dieng.

Rincin Traspot
  • Rumah sampai Terminal Giwangan GRATIS karna di antar
  • Terminal Giwangan ke Terminal Magelang Rp.13.000,00
  • Terminal Magelang ke Terminal Wonosobo Rp.30.000,00
  • Terminal Wonosobo ke Dieng Rp.25.000,00
  • Dieng ke Terminal Wonosobo Rp.15.000,00 (ini biasanya lebh murah dibandingkan waktu ke Wonosobo Dieng gak tau kenapa)
  • Untuk sewa motor 1 X 24jam Rp.100.000,00 ( untuk mempermudah pergi dari tempat yang satu ke tempat yang lain karna jaraknya lumyan jauh )
Berr....., dingin itulah kata yang keluar pertama kali setelah turun dari bus. Alhamdulilah akhirnya samapi juga "WELCOME TO DIENG".
  • Candi Arjuna
Tujuan pertama adalah Candi Arjuna. Di Candi Arjuna untuk tiket masuk Candi arjuna dan Kawah Sikidang adalah Rp.10.000,00 per orang untuk sekali masuk.
Candi Arjuna adalah candi yang paling tua diantara candi-candi yang lain, di kawasan ini bukan cuma candi Arjuna saja tapi ada candi-candi yang lain seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi sembadra, dan Candi Puntadewa. Di kawasan Candi ini pada hari-hari tertentu biasa digunakan untuk ruwatan bocah yang berambut gimbal.
Nah ngomong-ngomong bocah yang berambut gimbal ini sudah ada semenjak dulu dan turun temurun. Biasanya anak yang mempunyai rambut gimbal ini adalah anak yang istimewa dan merupakan keturunan sesepuh Dieng. Anak yang menpunyai rambut gimbal tidak gimbal dari lahir, biasanya meraka akan mengalami panas yang sangat tinggi barulah nanti muncul rambut gimbal itu. Pernah ada anak yang panas lalu muncul rambut Gimbal tapi sama orang tuanya di keramas dan di sisir agar tidak gimbal tapi setelah itu anaknya panas lagi dan tumbuh rambut gimbalnya lagi. Rambut gimbalnya itu kana hilang jika sang anak mempunyai keinginan yang harus di turuti.

Tiket masuk Candi Arjuna dan Kawah Sikidang

Komplrk Candi Arjuna



Batu Peresmian Komlek Cndi Arjuna

Candi Arjuna


Pemandangan Candi Arjuna



















  • Kawah Sikidang

Setelah puas menikmati keindahan Candi Arjuna lanjut ke Kawah Sikidang. Dari Candi Arjuna menuju kawah Sikidang jaraknya lumayan jauh, lumayan lah jalan kaki walaupun capek tapi gak terasa capeknya karna terbayar dengan pemandangan kanan kiri yang sangat indah. Kalau mau ke kawah Sikidang jngan lupa siapkan masker kaerna di sana kita akan mencium bau berelang. Di Kawah Sikidang ini ada yang jual telur rebus denagan cara di rebus di dalam kawah yang banyak mengandung berelang, untuk rasa gak tau gimana karna kemarin gak nyoba,hehehehe....., lain waktu mungkin kali ya.......,



Kawah Sikidang
Kawah Sikidang

Telur Rebus Kawah Sikidang

Kawah Sikidang menjelang malam














Tak terasa sudah mau magrib karna sudah mulai gelap kami memutuskan untuk segera pergi dari kawasan kawah untuk mencari penginapan dan mencari makan untuk mengisi perut. Tapi sebelum itu kami pituskan untuk sholat dulu di di mushola di dekat kawah. setelah selesai sholat magrib lanjut jalan untuk cari penginapan, setelah tanya sana sini akhirnya dapat penginapan hm......., seneng rasanya dapat penginapan pengen seera mandi pakai air hangat trus bobo dah capek seharian jalan, Tapi setelah tanya harganya rata" Rp.250.000,00 sampai Rp.300.000,00 WOWWW........, fantastis men.......,, setelah berunding sama temen dan dengan pertimbangan membaca blog dari temen" yang pernah kesana harga penginapan kan gak nyapek segitu, akirnya di putuskan gak jadi dan menginap di tempat temen yang kebelutan tinggal di dieng lumayan ngirit 600ribu secara kan kami bacpeker kere,hahahahaha (ketawa jahat).
 Tapi sebelum ke rumah temen kami putuskan untuk makan dulu karena cacing dalam perut dari tadi sudah pada protes minta di isi, Hm......, coba deh makanan kas Dieng mie ongklok yang orang bilang kalau belum makan mie ongklok  berarti belum sampai Dieng.


Mie Ongklok


Makan mie ongklok sudah trus lanjut ke rumah temen yan ada di Patak Banteng. Berhubung sudah malam kendaraan umum pun sudah tidak ada mau nyari ojeg susah, untung ada mas" yang berbaik hati mau nganter sampai Patak Banteng, hehehehe......, tapi ya harus tetep bayar (kasih dah RP.20.000,00) juga walaupun udah berbaik hati mau ngater, tak apa lah yang penting sampai Patak Banteng dengan selamat. Sampai rumah temen capcus bersih" (tapi gak mandi karna dingin bingit cuy ), habis itu terus rehat karna jam 3 harus sudah bangun untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Prau lihat sunrise.